Perbandingan Ukuran Mata Bor

Kenapa Memilih Mata Bor yang Tepat itu Penting

Banyak orang mengira semua mata bor bisa dipakai untuk semua material, padahal itu keliru. Memaksakan mata bor kayu untuk menembus beton hanya akan membuat ujungnya cepat tumpul, bahkan bisa patah di tengah pekerjaan. Sebaliknya, mata bor beton yang dipakai untuk melubangi kayu justru menghasilkan lubang yang kasar dan gampang pecah di bagian tepinya.

Setiap jenis mata bor dirancang dengan sudut mata, bahan, dan bentuk ujung yang disesuaikan dengan tekstur material yang akan dilubangi. Mengenali perbedaannya akan membuat pekerjaan lebih cepat selesai, hasilnya lebih rapi, dan mata bor pun jadi lebih awet.

Jenis Mata Bor Berdasarkan Material

Mata Bor Kayu

Mata bor kayu biasanya punya ujung berbentuk lancip dengan titik pusat yang menonjol (brad point), fungsinya supaya mata bor tidak meleset saat mulai menembus permukaan kayu. Beberapa jenis mata bor kayu, seperti spade bit atau forstner bit, dipakai khusus untuk membuat lubang berdiameter besar, misalnya untuk pemasangan engsel sendok atau baut kayu berukuran besar.

Material kayu yang lunak membuat mata bor jenis ini tidak perlu kekuatan sebesar mata bor besi atau beton. Kalau dipaksa memakai mata bor besi untuk kayu, hasilnya justru sering kurang rapi karena sudut matanya tidak dirancang untuk serat kayu.

Mata Bor Besi (HSS)

Mata bor besi umumnya terbuat dari bahan HSS (High Speed Steel) yang tahan panas dan cukup keras untuk menembus logam. Bentuk ujungnya lebih runcing dengan sudut potong sekitar 118 sampai 135 derajat, dirancang supaya bisa memotong permukaan logam tanpa cepat aus akibat gesekan dan panas yang timbul saat pengeboran.

Selain untuk besi dan baja, mata bor jenis HSS ini sebenarnya cukup fleksibel dan bisa juga dipakai untuk kayu atau plastik, meski hasilnya tidak serapi memakai mata bor khusus kayu. Untuk pekerjaan yang membutuhkan satu set mata bor serbaguna, HSS jadi pilihan yang cukup masuk akal.

Mata Bor Beton

Mata bor beton punya ciri khas berupa mata potong dari karbida (tungsten carbide) yang ditempel di ujungnya, jauh lebih keras dibanding baja biasa. Bentuknya juga didesain untuk bekerja bersama fungsi hammer pada bor impact, sehingga mampu menembus beton, batu bata, dan tembok tanpa cepat tumpul.

Karena harus menahan getaran dan gesekan yang berat, mata bor beton biasanya lebih mahal dibanding mata bor kayu atau besi dengan ukuran yang sama. Kalau sering mengerjakan proyek yang melibatkan tembok atau lantai beton, investasi di mata bor beton berkualitas akan lebih hemat dalam jangka panjang dibanding harus sering ganti mata bor murah yang cepat aus.

Ukuran Mata Bor dan Kegunaannya

Selain jenis material, ukuran mata bor juga menentukan hasil akhir pekerjaan. Berikut gambaran umum ukuran mata bor yang sering dipakai dan kegunaannya.


Ukuran Mata Bor


 Kegunaan Umum
1-3 mmLubang pilot untuk sekrup kecil, kerajinan, atau elektronik
4-6 mmMemasang sekrup ukuran sedang, fischer kecil, rak dinding ringan 
8-10 mm Baut ukuran menangah, dynabolt untuk beban berat 
12-16 mmFischer atau dynabolt untuk beban berat, pemasangan bracket besar 
18 mm ke atasPekerjaan kontruksi berat, instalasi pipa besar, lubang untuk angkur


Perlu diingat, ukuran ini hanya gambaran umum. Kebutuhan sebenarnya tetap tergantung diameter sekrup, baut, atau fischer yang akan dipasang. Sebagai patokan kasar, diameter mata bor biasanya sedikit lebih kecil dari diameter sekrup atau paku yang akan ditanam, supaya cengkeramannya tetap kuat.

Cara Membaca Kode pada Mata Bor

Kalau diperhatikan, biasanya ada kode angka dan huruf tercetak di badan mata bor. Kode ini menunjukkan diameter dalam satuan milimeter atau inci, dan kadang disertai kode bahan seperti HSS atau HSS-Co untuk mata bor besi. Pada mata bor beton, sering ada tanda tambahan seperti "SDS" yang menunjukkan jenis pemasangan pada mesin bor tertentu.

Membaca kode ini penting terutama kalau mata bor sudah tidak dalam kemasan aslinya. Salah membaca ukuran bisa berakibat lubang yang dibuat kekecilan atau kebesaran, yang ujung-ujungnya membuat pekerjaan harus diulang.

Tips Memilih dan Merawat Mata Bor

•        Sesuaikan jenis mata bor dengan material yang akan dilubangi. Jangan tergoda memakai satu mata bor untuk semua keperluan meski terlihat praktis.

•        Simpan mata bor dalam kotak khusus supaya ujungnya tidak saling bergesekan dan cepat tumpul.

•        Bersihkan mata bor dari serbuk material setelah dipakai, terutama serbuk beton yang bisa menyebabkan karat kalau menempel lama.

•        Kalau mata bor sudah terasa licin atau sulit menembus material yang biasanya mudah dilubangi, itu tanda mata bor sudah waktunya diasah ulang atau diganti.

•        Untuk pekerjaan berat dan sering, pertimbangkan membeli mata bor dengan kualitas lebih tinggi meski harganya lebih mahal di awal, karena daya tahannya biasanya jauh lebih lama.

Kesimpulan

Mata bor kayu, mata bor besi, dan mata bor beton dirancang untuk menangani karakter material yang berbeda-beda, jadi memilih yang sesuai bukan sekadar soal ukuran, tapi juga soal jenis matanya. Ukuran mata bor sendiri perlu disesuaikan dengan kebutuhan spesifik, mulai dari lubang kecil untuk sekrup sampai lubang besar untuk angkur konstruksi.

Sebelum membeli mata bor baru, cek dulu material yang paling sering Anda kerjakan dan ukuran sekrup atau baut yang biasa dipakai. Dengan begitu, hasil pengeboran lebih presisi dan mata bor yang dibeli juga lebih awet dipakai jangka panjang.